Ketika Gubernur Menunggu Asam Pedas Pulau Sembur

Salat Maghrib usai. Beberapa jemaah sudah mulai memasang sepatu untuk menuju pelabuhan. Gubernur H Nurdin Basirun tampak masih melanjutkan salat sunat sesudah Maghrib.

Beberapa masyarakat tampak galau. Mereka ingin mengajak Gubernur makan malam bersama. Tapi, yang ingin disajikan belum terhidang. Bahkan beberapa di antaranya sedang dimasak.

Usai salat, seorang tokoh masyarakat Pulau Sembur, Kecamatan Galang, Kota Batam, mendekati Gubernur. Dia menawarkan makan malam bersama. Gubernur tampak setuju. Tapi masih belum tersaji. Gubernur diminta menunggu.

Dengan pakaian olah raga, Nurdin duduk di teras masjid. Duduk sambil menunggu asam pedas, menu yang disediakan masyarakat. Hingga makanan yang disajikan tiba.

Sambil menunggu, Nurdin tampak bercengkrama dengan anak-anak, bersenda dan memberi nasihat. Pesan agar tekun belajar dan rajin beribadah serta mengaji terus disampaikan Nurdin.

Nurdin selalu yakin dengan kemampuan anak-anak pulau. Karena itu dia ingin kemampuan anak-anak serata pulau di Kepri dioptimalkan.

Di tengah Nurdin bersenda dan memberi nasihat dengan anak-anak, terdengar suara seorang ibu dengan telepon genggam di kupingnya. Ada semacam instruksi dari sang ibu.

“Antar aja nasi dulu. Tanda jadi,” kata perempuan itu disambut senyum teman-teman di sekitarnya.

Perempuan itu tampak risau. Karena udah hampir 20 menit makanan belum datang. Dia ingin memastikan bahwa makan bersama itu jadi. Dengan datangnya nasi putih, ingin mempertegas bahwa makan bersama itu benar jadi.

Padahal, Gubernur masih asik bercengkerama dengan anak-anak Pulau Sembur di teras Masjid Al Ikhlas itu. Nurdin ke Pulau Sembur sempena membuka turnamen bola di sana pada Jumat (15/9) petang itu.

Tak lama berselang, makan datang. Hanya asam pedas dan gongong rebus. Makanan yang datang bukan asam pedas yang dimasukkan ke mangkok, tapi dengan kuali-kualinya langsung dibawa.

Dua kuali asam pedas sampai ke teras masjid. Tak jauh dari Nurdin duduk bersama anak-anak. Barulah dipindahkan ke mangkok untuk dihidangkan ke Gubernur dan rombongan. Nurdin dan rombongan tampak menikmati sajian masyarakat Pulau Sembur. Tampak Camat Galang Amri Amis, Kapolsek Galang Heri Sujati menemani Gubernur. Ada juga tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri H Huzrin Hood pada kesempatan itu.

Malah beberapa rombongan yang makan menghirup dengan sedap kuat asam pedas bermacam-macam ikan yang digulai itu.

“Baru tau dia sedap daun selasih dan serai Pulau Sembur,” kata seorang ibu mengomentari hirupan asam pedas itu.

Nurdin sepertinya memang penyuka makan di pulau-pulau. Berkali-kali saat berkunjung ke luar Tanjungpinang, Nurdin selalu singgah untuk makan.

Tanjungkelit, Kabupaten Lingga menjadi salah satu tempat yang disinggahi Gubernur. Agaknya, ikan tamban masak asam menjadi pengugah sendiri selera Gubernur. Juga penaram ikan juga menjadi penggugah selera. Masyarakat pun selalu antusias menyambut kedatangan Gubernur.

Di Karimun misalnya, asam pedas ikan lome selalu menjadi penggugah selera. Kadang jamuan untuk tamu pun sering disajikan asam pedas ikan lome.

Pekan lalu, saat meresmikan kuliah perdana Diploma 1 Pertanian dan Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Dabo, Kabupaten Lingga, Nurdin seakan merindukan ikan tamban asam asam. Kecepatan kapal dengan 34 knot, membuat guncangan sehingga Nurdin harus singgah makan sebentar. Makan siang sekitar pukul 15.30 dilaksanakan di sebuah rumah makan di Pelabuhan Jagoh, Dabo.

Usai makan, sebelum menuju Dabo, Nurdin berpesan bahwa sebelum kembali ke Tanjungpinang di malam harinya, dia langsung memesan ikan tamban masak asam. Hari itu, Nurdin memang melakukan serangkaian acara di Tanjungpinang dan Lingga. Dia kembali lagi ke Tanjungpinang di malam hari karena sedang menyisir kegiatan sejumlah OPD sehingga efisien dan tepat sasaran.

Sepanjang September ini, Nurdin bersama Sekdapro H TS Arif Fadillah dan Kepala Barenlitbang H Naharuddin sedang membahas perencanaan APBD 2018 bersama sejumlah OPD.

Pembahasan dilakukan malam hari dan akhir pekan. Malah Sabtu lalu, pembahasan dilakukan hingga pujul 03.00 WIB. Di Pulau Sembur, Nurdin saat membuka turnamen berpesan kepada peserta dan masyarakat untuk selalu menjaga sportivitas. Apalagi sepakbola merupakan olah raga ping diminati.

“Silaturahmi dan kebersamaan harus kita jaga dan pererat,” kata Nurdin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *