Data BPS Kepri Bagaikan Kompas Dan Pelita

Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau Panusunan Siregar mengatakan sosialisasi dan indikator makro ekonomi bersama Wartawan Dan Organisasi Perangkat Daerah Kepri di Kantor BPS Kepri Jalan Ahmad Yani Km 5 Tanjungpinang .Hasilnya dari 34 Propinsi yang ada di Indonesia Kepri peringkat 33 hal ini sangat miris ,yang paling tinggi Sulteng .Yang membuat anjlok yakni industri pengolahan ,kontruksi,pertambangan dan penggalian.Solusinya harus ada koordinasi antar lembaga vertikat dan Pemerintah Daerah.Mencari solusi yang terbaik buat pertumbuhan ekonomi di Kepri.

69 % pertumbuhan yang ada di Kepri berada di batam,selebihnya ada di Karimun,Tanjungpinang,Bintan,Natuna,Anambas terakhir di Lingga ,untuk itu kue pembangunan dan investor mestinya di alihkan ke daerah yang masih minim.Berdasarkan besaran nilai PDRB terlihat ekonomi di Kepri tergantung pada Batam dengan besaran kontribusi 60,82 % ,penyumbang kedua adalah Kab Natuna 8,76 % di sektor pertambangan dan gas bumi.

UU RI Nomor 16 Tahun 1997 ,PP 51 Tahun 1999,Keputusan Kepala BPS Pusat  Nomor 5 Tahun 2000,Peraturan Kepala Nomor 9 Tahun 2009,bahwa semua data terpusat di Bappeda atau Dinas Infokom untuk OPD dan wajib di beritahukan kepada BPS Propinsi Kepri,agar data satu pintu.

Sementara Perbendaharaan yang menyalurkan dana dari APBN,APBD di Kepulauan Riau telah menyalurkan dana tersebut bulan Desember sudah tuntas,namun daerah masih belum ,sampai hari ini masih 40 % yang tersalurkan dana tersebut,semoga ini menjadi PR buat Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

 

Tahun 2011 pertumbuhan ekonomi di Kepri 6,96 % ,tahun 2012 6,56 % ,Tahun 2015-2016 6,36 % tahun 2017 Pertumbuhan ekonomi di Kepri turun drastis 1,04 % semoga ini harus di kebut dan di jolok ke pusat agar semua pemangku kepentingan di daerah ini Kajati,Kapolda,Lantamal,Danrem ,Kapuswil BIN Kepri,Kanwil Bea Cukai,bahu membahu bersama kepala daerah agar industri di bangun,ijin segera di permudah,kepercayaan perlu di bangun,saling koordinasi antar lembaga,sehingga tidak tergerus demi memakmurkan Warga Kepri .

Presiden Jokowi telah mengintruksikan bahwa semua yang menghambat baik itu perda dan lainnya agar segera di hapus dan DPRD Kepri segera bantu Gubernur Kepri saling berkomitmen dan bisa bersinergi sehingga dapat terwujud apa yang di cita-citakan oleh Pejuang Kepri ketika itu untuk membentuk Propinsi Kepri.

Syahban sebagai Pengamat Sosial Media Di Kepulauan Riau berharap Diskotik,Judi ,hiburan lainnya di buka semua di jadikan satu lokasi ,pajak 20 % untuk sarana olah raga ,pasti ramai,karena Kepri dekat dengan Singapura,Malaysia .Sudah barang tentu ojek,taxi,restoran akan hidup dengan sendirinya.Industri di buka seluasnya,Bank BUMN,Swasta bantu warga yang akan dan sedang membuka usaha UKM,Kuliner,Insya allah hidup kembali.Lihat saja bila beras di datangkan dari Jawa seminggu baru sampai,bila dari Malaysia Dan Thailan hanya satu jam sudah sampai ,biaya tidak tinggi,begitu juga barang elektronik pasti murah .Namun pengawasan perdagangan Narkoba dan lainnya di awasi,seperti tahun 1980-2000 tumbuh pesat di Kepri.

Beberapa peserta juga ikut dialog bersama Ka BPS bahwa ini akibat dari peraturan yang menghambat investasi,lihat di luar negeri pajak gratis tiga tahun,semua produk masuk,semua ijin gratis selama tiga tahun dan upah bersamaan dengan biaya produksi,sehingga investor tidak hengkang.

Ayo bersama bangun Kepri demi kemakmuran semua pihak,yang miskin bantu yang kaya memberikan kepekaan terhadap daerah ini ,insya allah maju bersatu,sejahtera .

 

2 tanggapan untuk “Data BPS Kepri Bagaikan Kompas Dan Pelita

  • September 28, 2017 pada 7:21 am
    Permalink

    Semoga Gubernur Nurdin dialog sebulan sekali di gedung daerah todat,tomas,toga,vertikal

    Balas
  • September 28, 2017 pada 7:22 am
    Permalink

    Jln terus semoga Kepri maju,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *