42 Tim Dayung Ramaikan DBR 2017

Sebanyak 42 tim dayung dari dalam dan luar negeri termasuk dari Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri ramaikan Tanjungpinang Internasional Dragon Boat Race (DBR) 2017 yang dilangsungkan di jembatan Sei Carang Tanjungpinang, Jumat (20/10).

Tanjungpinang Internasional DBR 2017 ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah dan akan berlangsung selama tiga hari (20-22 Oktober).

Tak tanggung-tanggung negara tetangga Malaysia mengutus 5 tim sekaligus pada kesempatan ini. Selain itu ada tim Podsi Jambi, Podsi Medan dan Podsi Jakarta yang pada tahun sebelumnya berhasil menyabet piala bergilir Tanjungpinang Internasional DBR pada tahun 2016 lalu.

Arif Fadillah dalam sambutannya mengatakan bahwa bicara Tanjungpinang berarti berbicara pantun dan Gurindam 12. Karena Tanjungpinang dikenal juga sebagai kota Gurindam dan Negeri Pantun.

“Pemprov terus mendorong dan mendukung kegiatan proses seperti ini dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk memajukan pariwisata Kepri dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita perlu menumbuhkan ekonomi, dan paling mudah melalui sektor pariwisata. Dalam mewujudkannya kita hanya perlu selaras, singkron dan sinergis antara pemprov dan kabupaten/kota,” kata Arif.

Sementara itu Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Pasar Keementerian Pariwisata Raseno Arya dalam sambutannya mengatakan DBR tahun ini pesertanya lebih banyak dan lebih meriah.

“Saya sudah lima kali berturut-turut kesini. Dan Kepri ini sangat identik kegiatannya dengan pengembangan pariwisata. Kita memang punya target untuk Kepri selalu menjadi daerah ketiga terbesar di Indonesia yang ramai dikunjungi wisman mancanegara setelah DKI dan Bali,” kata Raseno Arya

Sedangkan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah dalam sambutannya mengatakan bahwa ajang DBR ini sudah dilaksakan oleh Pemerintah sejak tahun 2022. Namun seblumnya sudah dilakukan sejak 1992 dengan nama Bintan Dragon Boat Race (BDBC). Dan bahkan sebelumnya DBR adalah olahraga salah satu etnis yang ada di Pulau Bintan. Lalu peraturan dan atribut DBR dipoles,disesuaikan dengaan standard perlombaan dayung berkelas internasional.

Adapun Sei Carang dipilih sebagai tempat, krna tempat ini penuh history dan airnya juga memiliki standard yg pas untuk ajang olahraga dayung.Bebas dari gelombang dan sebagainya.

“Terimakasih kepada semua masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini, dan kepada para tim dayung kami ucapkan selamat bertanding dan tetap jaga sportifitas,” ujar Lis.

Pembukaan DBR 2017 ditandai dengan pemukulan tambur, pelepasan balon serta dilanjutkan dengan pelepasan tim dayung yang mendapatkan kesempatan bertanding pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *