Pengawasan Harus Menguat

Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan dalam peningkatan pengawasan dan menjamin keamanan mutu produk makanan sangat diperlukan koordinasi dan komunikasi bersama seluruh stake holder. Karena, banyak oknum yang masih tak memperdulikan kesehatan masyarakat dengan menjual makanan dengan komposisi yang tak sehat.

“Saat ini bahaya akan obat-obatan maupun makanan yang diproduksi secara bebas tanpa memperhatikan takaran dan komposisi sudah menyebarluas di masyarakat dari oknum-oknum yang hanya mengharapkan keuntungan semata, untuk itu peranan Pemerintah melalui Badan POM semakin ditingkatkan lagi pengawasannya,” kata Nurdin saat menghadiri Focus Group Discussion Badan Pengawas Obat dan Makanan di Hotel Best Western Premier, Panbil, Batam, Jumat (20/10).

Pada acara dengan tema “Peningkatan Koordinasi Penanganan Produk Impor Makanan Olahan Guna Menjamin Keamanan Masyarakat Atas Pangan Impor Yang Beredar Serta Peningkatan Daya Saing Produk Obat dan Makanan Dalam Menghadapi Free Trade Zone” itu, tampak hadir Anggota VI BPK RI Harry Azhar Aziz, Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito dan Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI Dori Santoso. Dari Kepri, hadir juga Kepala BPK Perwakilan Kepri Joko Agusetiono, Bupati Kep. Anambas Abdul Haris, Kadis Kesehatan Provinsi Kepri Tjejep Yudiana dan Kepala Balai POM Kepri Alex Sander.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU bersama antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Badan POM tentang “Pengawasan Obat dan Makanan Terpadu”.

Menurut Gubernur, momen berkumpulnya pada saat ini bersama seluruh pemangku kepentingan bisa mewujudkan salah satu Nawacita Presiden Joko Widodo yakni meningkatkan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kehadirannya di acara ini, kata Gubernur merupakan suatu wujud nyata kepedulian Pemerintah akan kesehatan masyarakat Kepri.

“Meningkatnya kesehatan masyarakat maka akan mendorong juga tercapainya kesejahteraan dalan kehidupan,” kata Nurdin.

Nurdin menambahkan, hal yang penting dalam mendukung kesehatan yakni Cantik. Cantik dalam arti kata Tutur Kata, Hati dan Penampilan, sehingga siapapun yang sakit akan cepat sembuh

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan FGD kali ini ialah untuk penguatan koordinasi dalam impor makanan olahan yang beredar dan meningkatkan dukungan pemda untuk menindaklanjuti rekomendasi hasik pengawasan yang dilakukan Badan POM. Dukungan dan kerjasama pemangku kepentingan di daerah sehingga tindak lanjut hasil pengawasan perlu kita optimalkan.

“Kita harap ada pemahaman dan visi bersama dalam pengawasan obat dan makan serta melakukan fungsi masing-masing dalam mendukung pengawasan tersebut,” kata Penny.

Sementara itu, Harry Azhar Azis mengatakan, Badan POM merupakan suatu Badan yang mempunyai peranan untuk memeriksa setiap makanan dan obat sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Filosopi bagi masyarakat Indonesia adalah bahwa obat membuat orang sehat, dimana obat-obatan tersebut sudah menyebar mulai dari apotik sampai warung kaki lima

“Obat-obatan bukan hanya berbentuk pil atau cairan saja, tetapi senyuman dan tutur kata yang baik juga bisa menjadi obat penenang hati bagi siapapun itu,” kata Harry.

Menurut dia, saat ini perlu diperketat kembali pengawasan terhadap obat-obatan negatif yang sudah masuk ke Indonesia untuk merusak generasi muda yakni Flaka atau PCC. Peranan Badan POM salah satunya ialah untuk meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat.

“Mari bersama-sama untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga kesejahteraan merata dan meningkat,” kata Harry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *