Gubernur Nurdin Perintahkan Bayar Utang Kepada Pihak Ketiga

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri Nurdin Basirun memerintahkan kepada bawahannya untuk membayar utang kepada pihak ketiga.

“Dalam rapat tadi pagi dengan OPD saya sudah sampaikan agar utang tahun 2017 segera dibayar,” kata Gubernur Nurdin menanggapi keluhan kontraktor yang disampaikan¬† Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia¬†(Gapensi) Kepri di aula Kantor Pemprov Kepri, Senin.

Ia merasa prihatin dengan kondisi kontraktor lokal setelah mendengar aspirasi yang disampaikan Sekretaris Gapensi Kepri, Roy Penansang. Menanggapi permasalahan kontraktor itu, Gubernur memerintahkan kepada OPD terkait segera membayar utang kepada pihak ketiga dibayar.

Ia juga menginginkan agar pengusaha lokal maju. Karena itu, pelaksanaan proyek juga sebaiknya dilakukan oleh perusahaan lokal, namun  sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pasti anak daerah yang diutamakan, namun harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, Roy Penangsang menyatakan ratusan perusahaan lokal bangkrut, salah satunya disebabkan keterlambatan pembayaran.

“Ada kontraktor lokal terpaksa menggadaikan rumahnya untuk melaksanakan proyek karena pemerintah berutang dengan mereka.

Rumah disita bank lantaran utang tidak dibayar pemerintah,” katanya.

Biasanya, kata dia saat awal tahun atau ketika pemerintah daerah mulai melelang proyek, lebih dari 600 perusahaan mengurus dokumen di Gapensi. Namun kondisi sekarang berbeda, karena hanya sekitar 100 perusahaan yang mengurus dokumen.

Para kontraktor pesimistis mengikuti lelang tersebut. Jika mendapatkan proyek itu, mereka khawatir tunda bayar.

Persyaratan dalam lelang proyek tersebut juga dinilai berlebihan. Banyak proyek yang mencantumkan syarat dalam lelang dengan melibatkan banyak tenaga ahli.

“Untuk ikut lelang proyek saja harus mengeluarkan uang belasan juta rupiah untuk membayar tenaga ahli, belum lagi syarat lainnya. Belum tentu menang lelang. Jadi yang mampu mengikuti proyek ini tentu perusahaan besar dari luar daerah, sementara perusahaan lokal menjadi penonton,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *