Lahirkan Generasi Emas yang Islami

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto berharap pembelajaran dan pengenalan nilai-nilai Islam yang baik dan benar, diberikan secara tepat kepada anak-anak. Karena mereka kali pertama mendapatkan pembelajaran  dilingkungan pendidikan formal.

”Berikanlah pembelajaran yang baik ke anak-anak kita, agar lahir generasi emas Islam,” kata H Isdianto saat menghadiri Kegiatan Musyawarah Nasional ke IV Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Hotel Golden View Bengkong Batam, Senin (29/10).

Memurut Isdianto, mengingat begitu pentingnya pembelajaran yang mereka terima, maka sudah seharusnya ada konsep yang baku dan terstandar tentang pembelajaran yang pas diberikan kepada anak-anak tersebut. Ditambah anak-anak ini tengah dalam masa-masa emas, untuk menerima segala sesuatunya.

H Isdianto juga berharap agar guru-guru yang tergabung dalam IGRA untuk senantiasa mengikuti perkembangan tekonologi. Tujuannya agar dalam memberikan pembelajaran memadukan perkembangan teknologi. Sehingga akan bisa terus diterima anak-anak, harapnya.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin yang membuka secara langsung mengapresiasi keberadaan guru raudhatul athfal sebagai prosefesi sangat mulia. Karena guru-guru IGRA adalah guru yang pertama kali mengajarkan anak bangsa dengan penerapan aqidah Islam.

“Anak-anak kita pertama kali diperkenalkan pada pemahaman dasar tentang aqidah. Karenanya keberadaan guru – guru IGRA ini harus bisa mewarnai pemikiran  anak anak tersebut dengan pendidikan yang tepat dan benar,” kata Lukman.

Bersyukur saat ini, DPR RI tengah merancang sebuah peraturan undang undang tentang pendidikan agama dan pesantren. Hal ini nanti juga bisa menjadi jawaban atas keinginan  dari rekan rekan guru dalam wadah  IGRA,  yang menginginkan keberadaan mereka diakui bahkan bisa menjadi pegawai negeri.

Memang tidak pungkiri, sebagai lembaga pendidikan paling awal, perhatian yang diberikan belum maksimal. Karenanya pemerintah saat ini terus berupaya agar lembaga pendidikan ditingkat  raudhatul athfal bisa semakin baik kedepannya.

Lukman Hakim juga mengakui, pendidikan berbasis  Islam saat ini terus tumbuh dan  berkembang di tanah air. Bahkan untuk perguruan tinggi  negeri berbasis Islam, saat ini telah berdiri  sekitar 58 pendidikan tinggi negeri di tanah air. Dari mulai sekolah tinggi, institut hingga universitas.

Diakhir sambutannya Lukman Hakim  juga berharap   dihasilkan rumusan pemikiran  oleh teman teman guru yang tengah ber munas, agar bisa kita akomodir guna membuat  wadah formal yang bisa mengakomodir   keberadaan mereka makin lebih baik.

Sementara Ketua Panitia yang juga Ketua Pengurus Wilayah IGRA Kepri Rahayuliana menjelaskan, kalau munas sendiri adalah agenda 5 tahunan sekali, setelah sebelumnya acara dilaksanakan di Bali.

Acara diikuti seluruh provinsi se Indonesia, nantinya akan ada pembukaan seminar  dan rapat pleno,  jelas Rahayuliana seraya menambahkan kalau jumlah peserta yang hadir mencapai  838 peserta dari seluruh IGRA se Indonesia.

Diakhir sambutannya Rahayuliana juga berharap agar guru IGRA bisa dinaikan statusnya menjadi pegawai negeri, dan juga kedepan dalam musim haji, bisa dilibatkan menjadi petugas  penyelenggaraan haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *