Kepala Barenlitbang Provinsi Kepri Andri Rizal, SE. MM serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rapat Koordinasi Gubernur dan Kementerian PPN/BAPPENAS terkait usulan proyek strategis Provinsi Kepulauan Riau

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad,SE.,MM didampingi Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Barenlitbang Provinsi Kepri Andri Rizal, SE. MM serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rapat Koordinasi Gubernur dan Kementerian PPN/BAPPENAS terkait usulan proyek strategis Provinsi Kepulauan Riau Pada Program Compact-2 Millenium Challenge Corporation (MCC).

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sestama Bappenas Himawan Hariyoga beserta jajarannya yaitu Direktur Kerjasama Pendanaan Bilateral Kurniawan Ariandi, Direktur Pendanaan Pengembangan Pembangunan Sri Bagus Guritno, Direktur Regional I Uke Muhammad Hussen, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional (P3IN) Taufik Hidayat Putra, Kepala Biro Organisasi Tatalaksana Rohmad Supriyadi, serta tim MCC (Millenium Challange Cooperation) di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (13/9).

Pada rakor tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan sejumlah proyek infrastruktur di Kepri yang diusulkan ke Pemerintah Pusat yaitu Pengembangan pelabuhan multifungsi parit Rempak di Karimum, Pembangunan jembatan bebas hambatan Batam-Bintan, Pelabunan Samudera Teluk Buton di Natuna, Pelabuhan Logistik Terpadu Teluk Durian di Anambas, Bendungan Letung di Lingga, Peningkatan jalan lingkar Tanjungpinang-Bintan, pembangunan jalur lintas barat (bagian-2) di Bintan, Penataan kawasan pulau penyengat di Tanjungpinang, pembangunan SPAM regional di Bintan, Pembangunan Estuari dam Busung di Bintan, integrasi pelantar I dan plantar II pelabuhan Kuala Riau di Tanjungpinang dan Pelabuhan pengumpan regional kota Segara Tanjung Uban di Bintan.

Diketahui Program yang diusulkan harus memenuhi Kriteria Investasi MCC diantaranya:

Mengurangi root cause of binding constraint

Menghasilkan economic returns yang memenuhi minimum rate of return

Dapat diselesaikan dalam periode 5 tahun compact

Menunjukkan country ownership

Memenuhi pedoman tentang perlindungan lingkungan, gender, dan sosial

Memastikan keberlanjutannya

Berdampak ekonomis dan pengentasan kemiskinan

Menghasilkan nilai tambah/average

Mempromosikan inovasi atau kreatifit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *